ohmlukas.blogspot.com - Jawa Barat memiliki beragam kesenian pertunjukan yg perlu kita kenal dan bersama-sama kita lestarikan agar tak musnah tergerus oleh budaya-budaya barat yg belum tentu sesuai dgn kepribadian Bangsa Indonesia.
Salah satu kesenian yg dimiliki oleh Jawa Barat adlh seni tari tradisional. Beragam seni tari berkembang di masyarakat Jawa Barat. Sebagian dari pertunjukan tari tradisional tersebut memang merupakan warisan seni dan tradisi secara turun temurun, ada pula tari tradisional Jawa Barat yg merupakan sebuah karya cipta dan kreatifitas pelaku seni.
Sebagai provinsi penyangga Ibu Kota Negara yg memiliki pertumbuhan industri yg cepat, Jawa Barat berpotensi untk kehilangan jati diri dan beragam kesenian termasuk seni tari tradisional. Oleh sebab itu, semoga catatan pd artikel ni bisa mengingatkan kita, bahwa kita memiliki budaya dan kesenian yg perlu dipertahankan. Beberapa tari tradisional dari Jawa Barat yg berhasil kami himpun antara lain :
1. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Topeng Cirebon
Tari Topeng Cirebon merupakan tarian tradisional yg sudah dikenal sejak zaman dahulu. Tarian ni diyakini masyarakat Cirebon telah ada sejak kesultanan Cirebon. Disebut dari topeng karena para penarinya menggunakan topeng saat beraksi. Pada pertunjukan tari topeng Cirebon ini, penarinya disebut sebagai dalang. Hal ni disebabkan karena pd pertunjukan tari topeng biasanya penari menggunakan beberapa topeng yg memiliki karakter yg berbeda-beda. Pada umumnya penari tari topeng menggunakan 3 topeng yg digunakan secara simultan. Diawali dgn topeng warna putih, kemudian biru dan ditutup dgn topeng warna merah. Setiap perganian warna topeng yg dikenakan, gamelan yg ditabuh pun semakin keras sebagai perlambang dari karakter tokoh yg diperankan.
Musik pengiring tari topeng Cirebon ni adlh menggunakan gamelan khas Cirebon. Tradisi pertunjukan Tari Topeng Cirebon ni telah berkembang dan menyebar di daerah daerah Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari, dan Brebes. Perkembangan tari topeng tersebut menyebabkan munculnya berbagai variasi dan gaya tari topeng yg akan dibahas tersendiri dimasa mendatang.
2. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Merak
Tari merak dari Jawa Barat ni diciptakan oleh seorang tokoh seni Raden Tjetjep Somantri pd tahun 1950. Tapi dlm perjalanan waktu dan sejarah Tari Merak ni mengalami beberapa kali revisi diantaranya Tari Merak yg telah dibuat ulang oleh Irawati Durban pd tahun 1965.
Dinamakan tari merak karena tarian ni menggambarkan kecantikan dan keindahan burung merak. Para penari tarian tradisional ni menggunakan kostum yg jg mirip dgn bulu burung merak.
3. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Wayang
Tari wayang mulai dikenal masyarakat pd masa kesultanan Cirebon pd abad ke-16 oleh Syekh Syarif Hidayatullah, yg kemudian disebarkan oleh seniman keliling yg datang ke daerah Sumedang, Garut, Bogor, Bandung dan Tasikmalaya. Disebut tari wayang karena para penari mengenakan kostum dan melakukan gerak tari yg menggambarkan tokoh / karakter wayang yg dikenal masyarakat di Jawa Barat.
Pada awalnya tari wayang ni dimainkan pd saat pertunjukan wayang orang, tapi pd perkembangannya kemudian tari wayang menjadi satu pertunjukan seni terse
Tari Wayang dpt dimainkan secara tunggal, berpasangan maupun masal. Sedangkan karakter yg dimainkan oleh pemain terdiri dari beragam karakter pria dan wanita. Karakter tari wanita terdiri dari Putri Lungguh untk tokoh Subadra dan Arimbi serta ladak untk tokoh Srikandi. Sedangkan karakter tari pria terdiri dari : Satria Lungguh untk tokoh Arjuna, Abimanyu, dan Arjuna Sastrabahu. Satria Ladak Lungguh untk tokoh Arayana, Nakula dan Sadewa Satria Ladak Dengah/Kasar untk tokoh Jayanegara, Jakasono, Diputi Karna dan sebagainya Monggawa Dengah/Kasar seperti Baladewa dan Bima Monggawa Lungguh seperti Antareja dan Gatotkaca Denawa Raja seperti Rahwana dan Nakula Niwatakawaca. 
4. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Ketuk Tilu
Tari Ketuk tilu merupakan tarian tradisi Jawa Barat khususnya wilayah Priyangan, Bogor dan Purwakarta. Pertunjukan tari Ketuk Tilu terdiri dari penari wanita yg biasa disebut ronggeng dan nayaga sebagai pengiring musik.
Pertunjukan ketuk tilu biasanya dilakukan diarea terbuka baik didalam maupun diluar ruangan, ronggeng biasanya akan menari mengitari lampu yg berkaki (sunda = obor).
Pada pertunjukan Ketuk Tilu pertama dilakukan tatalu (membunyikan alat musik) dgn tujuan untk memanggil penonton. Setelah para penonton banyak pertunjukan akan diawali dgn tari pembuka, yaitu para penari wanita (Ronggeng) memasuki gelanggang, menari bersama mengitari lampu oncor, gerakan tarinya disebut jajangkungan dan wawayangan dan gerakannya sudah ditata terlebih dahulu, dgn tempo irama lambat.
Setelah tarian pembuka baru dilakukan tari bersama antara ronggeng dan penonton laki-laki, dan acara puncak disebut dgn parembut ronggeng. Dalam acara tersebut para penonton berebut untk menari dgn ronggeng pilihan mereka.
5. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Jaipong
Tari Jaipong adlh tari tradisional dari Jawa Barat yg dasarnya adlh tari Ketuk Tilu. Tari Jaipong merupakan buah kreativitas seniman Jawa Barat Gugum Gumbira. Pada awal perkembangannya tari jaipong jg disebut ketuk tilu. Karya Jaipongan pertama yg mulai dikenal oleh masyarakat adlh tari "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong" yg keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Saat ni tari jaipong sudah menjadi ikon tarian di Jawa Barat. Tarian ni banyak ditampilkan baik pd acara perhelatan yg dilakukan masyarakat maupun pemerintah Jawa Barat.
6. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Keurseus
Tari Keurseus merupakan tarian tradisional Jawa Barat yg disusun oleh R. Sambas Wirakoesoemah, lurah Rancaekek (Bandung) tahun 1915-1920 dan 1926-1935. Beliau adlh putra Nyi Raden Ratnamirah dan Raden Mintapradjakoesoemah, wedana Tanjungsari, Sumedang.
Pada awalnya dikenal tari tayub/tayuban yaitu tarian yg dilakukan oleh para menak (pejabat). Pada tahun 1905-1913, Wirakoesoemah belajar tari kepada Uwanya, Rd. Hj. Koesoemaningroem, penari di Kabupaten Sumedang dan ia jg belajar pd Sentana (Wentar), pengamen Topeng dari Palimanan, Cirebon tahun 1914. Dari bekal belajar tari itu, kemudian ia menyusun dan merapikan tari Tayub yg pd masanya sering dilakukan oleh para penari yg sudah dipengaruhi oleh minuman keras dan menari tanpa ada gerakan dasar. Dengan tujuan untk menata budi para menak maka R.Sambas Wirakoesoemah mendirikan perguruan tari.
Perguruan tarinya diberi nama Wirahmasari yg didirikan tahun 1920 di Rancaekek dgn murid-muridnya yg kebanyakan berasal dari kalangan menak yg kemudian menyebarkannya ke seluruh Tatar Sunda. Pelajaran yg diajarkan secara sistematis pd murid muridnya dlm bahasa Belanda dikenal dgn istilah Cursus. Dalam lafal sunda menjadi Keurseus, sehingga tari yg diajarkan di Wirahmasari ni kemudian dikenal dgn nama Tari Keurseus.
7. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Buyung Tari buyung adlh tarian tradisional Jawa Barat yg biasanya dilakukan pd acara puncak pd upacara seren taun yg dilakukan masyarakat Jawa Barat. Tarian ni merupakan kreasi dari Emalia Djatikusumah, istri dari Pangeran Djatikusumah salah seorang sesepuh adat. Tarian ni menggambarkan para gadis desa yg mandi dan mengambil air bersama-sama dicurug (air terjun) Ciereng dgn menggunakan buyung (tempat air dari logam/tanah liat) 
8. Tari Tradisional Jawa Barat - Ronggeng Bugis Ronggeng Bugis / Tari Telik Sandi adlh salah satu tari tradisional yg bersifat komedi dari Cirebon. Tarian ni bersifat komedi karena dimainkan oleh penari laki-laki sebanyak 12 - 20 orang dgn dandanan dan gaya menari layaknya perempuan. Tapi jangan salah walaupun bergaya wanita, makeup yg dipergunakan oleh penari tak kelihatan cantik justru bisa dibilang mirip baduk yg mengundang gelak tawa.
Asal mula tari Ronggeng Bugis, dilatarbelakangi ketegangan yg terjadi antara kerajaan Cirebon dgn Kerajaan Islam. Sunan Gunung Djati sebagai Raja Cirebon saat itu menyuruh seorang kerabat kerajaan yg berasal dari Bugis untk memata-matai / saat itu dikenal dgn istilah telik sandi Kerajaan Pajajaran. Waditra / pengiring musik yg dipakai pd pertunjukan tari telik sandi / ronggeng bugis ni adlh alat musik tradisional dari Jawa Barat antara lain Kelenang, Gong kecil, Kendang, Kecil, dan Kecrek.
9. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Sintren Tari Sintren adlh tarian tradisional masyarakat Jawa khususnya Cirebon Jawa Barat. Tari ni jg disebut dgn lais yaitu bentuk tari-tarian dgn aroma mistis/magis yg bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dgn Sulandono.
Sintren diperankan seorang gadis yg masih suci, dibantu oleh pawang dgn diiringi gending 6 orang. Gadis tersebut dimasukkan ke dlm kurungan ayam yg berselebung kain. Pawang/dalang kemudian berjalan memutari kurungan ayam itu sembari merapalkan mantra memanggil ruh Dewi Lanjar. Jika pemanggilan ruh Dewi Lanjar berhasil, maka ketika kurungan dibuka, sang gadis tersebut sudah terlepas dari ikatan dan berdandan cantik, lalu menari diiringi gending
10. Tari Tradisional Jawa Barat - Tari Sampiung Tari Sampiung adlh tari tradisional Jawa Barat pd zaman dahulu yg dipertunjukan sebagai kelengkapan upacara hari-hari penting seperti Seren Taun, Pesta Panen, Ngaruat, Rebo Wekasan, bahkan pd hari raya kenegaraan seperti pd perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan RI.
Asal mula nama Tari Sampiung karena lagu pengiringnya berjudul Sampiung. Kadang disebut jg Tari Ngekngek, karena waditra pengiringnya adlh Tarawangsa (alat Gesek, seperti Rebab) yg biasa disebut Ngekngek. Sebagian orang menyebutnya Tari Jentreng, karena salah satu waditra pengiringnya adlh Jentreng, yaitu alat petik berupa kacapi dgn ukuran kecil, yg jg biasa dipinjam namanya untk nama tarian yg ditampilkan.
Demikian Sobat tradisi, 10 macam tarian tradisional dari Jawa Barat. Semoga bermanfaat. Referensi dan Sumber Gambar :http://disparbud.jabarprov.go.id diditds.wordpress.com http://jabar.tribunnews.com
http://id.wikipedia.org
other source : http://cnn.com, http://tradisikita.my.id, http://lintas.me
Tidak ada komentar:
Posting Komentar