Setelah dgn judul yg menyerupai film terkenal Ada Apa Dengan Cinta – menjadi Ada Apa Dengan Pocong, kini Bic Production kembali muncul dgn judul yg bisa dibilang juga menyerupai film terdahulunya yg berjudul Bukan Cinta Biasa – menjadi Bukan Pocong Biasa. Kalau masalah judul rasanya itu hak-hak dari pihak penyelenggara saja ya asalkan jalan cerita yg diberikan kepada film tersebut tak terlalu dangkal untuk diterima. Untungnya Bukan Pocong Biasa menyajikan sesuatu yg nyambung dgn filmnya. Ya bagaimana tidak, Pocong disini tampil bener-bener tak seperti pocong lainnya.
Berbagai aksi demi aksi dari Pocong dapat dilihat disini, sebut saja pocong ngulet, pocong naik metromini, pocong diboncengin, dan bahkan pocong break dance. Yak mungkin pocong break dance bukan sesuatu yg lama di dunia film perpocongan. Bisa dibilang baru di film ni lah gue melihat pocong break dance dan ikatan tangannya bisa terlepas dan tersambung lagi sesuka hati mereka. Walaupun si pocong break dance biar sesuai dgn judul bukan pocong biasa, tapi sayangnya cerita yg diberikan film ni terlihat menyerupai film-film sebelumnya. Ya kalau kalian mengikuti terus film-film Pocong di Indonesia pasti tahu lah apa yg gue maksud disini.

Yang cukup membuat gue terganggu dgn film ni adalah di bagian soundsnya yg begitu membuat kuping gue kaget dan sakit ketika mendengarnya. Kalau memang film ni ada unsur horrornya bukan berarti musik yg diberikan penonton membuat mereka menajdi kaget kan? Itu selalu saja terjadi di bagian pembuka film. Ngomong-ngomong soal pembuka film, rasanya ada yg baru dari pengambilan gambar dari film ini. Entah apa cuma perasaan gue saja yaa, tapi cara pengambilan gambar di film ni kok terasa berbeda ya walaupun inti penyampaian cerita flashback sama saja kayak film-film lainnya. Artistik dari film ni bisa dibilang lumayan baik karena cukup niat mencari rumah angker dgn keunikan di dalamnya.
Para pemain disini ya bisa dibilang ada kalanya menghibur dan ada kalanya juga memberikan candaan yg garing. Sebut saja Zaky Zimah, Soraya Larasati, Ronald gustav, Irene Yustine, Yoga Arizona, Randy Pangalila dan Malih. Akhir kata, Bukan Pocong Biasa nampaknya hadir di penghujung tahun 2011 tak semenarik Pocong Rumah Angker di penghujung akhir tahun lalu. Tapi dgn adanya kehadiran pocong break dance di film ni nampaknya menjadi kunci keunikan dari film ini. Kapan lagi coba kalian lihat pocong melakukan aksi break dance yg biasanya cuma duduk manis dilakukan semena-mena / lompat-lompat saja. :Salam JoXa:
1/5Trailer:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar